Probolinggo

Truk Bertonase Besar Masih Melintas di Jalur Kota Probolinggo, Warga Pertanyakan Fungsi Pos Pantau Randupangger

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM – Keberadaan truk bertonase besar yang masih melintas di sejumlah ruas jalan utama di Kota Probolinggo memicu keresahan masyarakat. Warga khawatir kendaraan berukuran besar tersebut dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mempercepat kerusakan infrastruktur jalan di dalam kota.

Pantauan di lapangan menunjukkan truk-truk berukuran besar kerap melintas di Jalan Gatot Subroto, Jalan Soekarno Hatta hingga Jalan Panglima Sudirman. Tidak hanya itu, sebagian kendaraan berat tersebut juga melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Senin malam (9/3/25).

Kondisi ini semakin terasa pada sore hari, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Saat aktivitas masyarakat meningkat dan arus kendaraan padat, kehadiran truk bertonase besar di jalur dalam kota dinilai semakin membahayakan pengguna jalan lainnya.

Salah seorang warga Kota Probolinggo, Suradi, mengaku kerap berpapasan dengan truk besar saat melintas di Jalan Gatot Subroto. Ia menyebut sebagian truk datang dari arah timur, tepatnya kawasan Randupangger, yang seharusnya menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Lingkar Utara.

“Sering saya berpapasan dengan truk besar di Jalan Gatot Subroto. Mereka datang dari arah Randupangger, padahal seharusnya lewat Jalan Lingkar Utara. Tapi justru masuk ke jalur dalam kota,” ujar Suradi.

Truk Gandeng masuk Kota Probolinggo di Jalan Soekarno Hatta hingga Jalan Panglima Sudirman

Menurutnya, kondisi tersebut cukup berbahaya karena selain melanggar rambu lalu lintas, keberadaan truk besar juga berpotensi menyebabkan kecelakaan serta merusak kondisi jalan.

Suradi juga menyoroti keberadaan pos pantau di kawasan Randupangger yang dinilai belum berfungsi maksimal dalam mengawasi kendaraan berat yang melintas.

“Percuma ada pos pantau di Randupangger kalau tidak ada petugas yang berjaga,” tambahnya.

Ia menjelaskan, lebar Jalan Gatot Subroto sebenarnya tidak terlalu besar. Akibatnya, ketika truk berukuran besar melintas, ruang gerak kendaraan lain menjadi terbatas dan kerap memicu kemacetan.

“Lebar truk hampir sama dengan lebar jalan. Kalau berpapasan dengan kendaraan lain sering tersendat bahkan macet. Kalau dibiarkan terus, jalan yang baru saja selesai diaspal juga bisa cepat rusak karena dilalui kendaraan yang melebihi kelas jalan,” jelasnya.

Menanggapi keluhan warga tersebut, pihak Satuan Lalu Lintas Polres Probolinggo Kota mengaku telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penindakan di lapangan.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Probolinggo Kota, Iptu Tohari, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan serta penindakan terhadap pengemudi truk yang nekat melanggar aturan dan masuk ke jalur dalam kota.

“Kami sudah melakukan upaya pencegahan dan penindakan terhadap sopir truk besar yang tetap menerobos jalur utama Kota Probolinggo,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengawasan terus dimaksimalkan agar kendaraan berat, termasuk truk dan bus besar, tidak melanggar rambu lalu lintas yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Marjono saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut belum memberikan keterangan resmi. Hingga saat ini, yang bersangkutan hanya mengirimkan foto dan video kegiatan penindakan tilang yang dilakukan anggota di lapangan tanpa disertai pernyataan lebih lanjut.

 

(Yul/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button