DaerahRagam

Usaha Pepes Ikan Tongkol Tetap Meraup Untung di Tengah Pandemi Corona

BeritaNasional.ID ,SITUBONDO – Berangkat dari ke ikhlasan ingin membantu anak – anak yang akan masuk ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Penjual Pepes Ikan Tongkol ini malah meraup untung besar di tengah pandemi Corona. Jumat 17/7/2020.

Berawal dari keprihatinan terhadap dua orang anak yang harus melanjutkan sekolah ke tingkat SMA/SMK sementara meraka ditinggal orang tuanya merantau ke Jakarta, Yusmiyati (40) warga dusun Pesisir Utara desa Kilensari ini memulai usaha Pepes Ikan Tongkol dan Ikan Tongkol bakar dan dipasarkan mellalui online di media sosial.

“Awalnya kami prihatin terhadap 2 anak perempuan yang di tinggal orang tuanya bekerja di jakarta, mencoba membuat usaha rumahan dengan bahan dasar ikan tongkol, awalnya kita coba dengan 10 Kilogram ikan tongkol yang kita bungkus pakai daun pisang sebanyak 100 bungkus, tak disangka dalam kurun waktu dua jam sudah ludes diambil pembeli,” Jelas Yusmiyati mengawali ceritanya.

Meski memulai usaha rumahan ditengah pendemi corona atau Covid-19 usaha yang dijalankan oleh ibu tiga anak tersebut, kian hari permintaan pelanggan semakin meningkat hingga dirinya mengaku sedikit kewalahan dalam melayani permintaan pelanggan.

“Usaha ini baru dijalankan seminggu tapi permintaan setiap hari terus meningkat, karena keterbatasan tenaga terpaksa kami hanya mampu melayani hingga 400 bungkus atau 40 kg ikan dalam sehari, lumayan lah pak keuntungan tiap hari antara Rp 400 – 600 ribu perhari, kita bagi buat penjualnya dan untuk anak – anak itu yang tinggal di rumah saya, kalau buat saya sih paling sekiat Rp 100 – 200 ribu perhari lumayan lah, bisa membantu mereka untuk keperluan sekolah dan ada pemasukan buat dapur,” Ujarnya.

Untuk pemasaran sendiri Yusmiyati mengaku tidak kesulitan dalam pemasaran karena penjualannya dibantu oleh saudaranya melalui online dan hanya dipasarkan di dua desa, bahkan tak jarang pembeli sudah antri walaupun pepes ikan tongkol sendiri masih dalam proses .

“Pemasaran sendiri kami dibantu oleh saudara di Desa Alasmalang dan Desa kotakan, tapi pembeli yang ke rumah juga banyak, kadang mereka antri, kami bersyukur meski dimasa pandemi ini masih ada rejeki dan bukan hanya untuk saya tapi juga untuk anak – anak yang memang sejak ditinggal orang tuanya merantau meraka tinggal di rumah saya,” Tandas yusmiyati.

Pepes ikan tongkol buatan Yusmiyati sendiri tergolong murah meriah namun dengan rasa yang pas dilidah dan pemuatan yang higenis, satu bungkus ikan tongkol hanya dibandrol Rp 2.500 sementara ikan tongkol bakar isi dua ekor dalam 1 bungkus dijual Rp 15.000, tak heran jika pepes Ikan buatannya setiap hari selalu ludes diserbu pembeli meski ditengah pandemi.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close