Lumajang

Diduga Ada Penyelewengan, Kejari Lumajang Periksa Program DAK PPKT Desa Senduro

BeritaNasional.ID, LUMAJANG JATIM- Sebelumnya di beritakan program DAK PPKT desa Senduro Relokasi dan Bangunan Baru Dikeluhkan Warga, hingga menjadi perhatian serius aparat penegak hukum Kejaksaan Negeri Lumajang hal tersebut di buktikan dengan adanya pemanggilan beberapa Penerima Manfaat (PM), dan pemeriksaan di lokasi.

Hal tersebut di benarkan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Lumajang, Lukman Akbar Bastiar, S.H., M.H., sebelumnya sudah di lakukan pemeriksaan di lokasi mendatangi pihak pihak terkait, kemudian pemeriksaan di kantor kejaksaan merupakan lanjutan proses penyelidikan, Sabtu (18/04/2026).

“Iya pak kemarin kita panggil untuk pemeriksaan penyelidikan,”, ujarnya saat di konfirmasi

Dilanjutkan, menurut kasi intel Kejari Lumajang saat di konfirmasi media ini melalui washapnya 

Jum’at (08/05/2026), pemeriksaan Penerima Manfaat (PM) di rumah masing masing, dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh bada program tersebut.

“Sudah banyak pak, sampai saat ini masih proses penyelidikan, jika ditemukan peristiwa pidana akan berlanjut pak,” jelas kasi intel kejari Lumajang.

Sementara itu, salah satu Penerima Manfaat (PM) juga membenarkan jika ada kurang lebih 6 orang yang di panggil namun yang hadir 5 orang.

“Ada 5 (lima) orang kemarin pak yang di panggil kejaksaan,” jelasnya  

Lanjut PM, dirinya mengaku menjawab apa adanya, bahkan dirinya memberikan keterangan sangat terbuka sehingga tau apa permasalahannya seperti adanya tanda tangannya yang di duga di palsukan, RAB yang diduga tidak sesuai 

“Banyak pak pertanyaannya, saya jawab apa adanya, malah saya lebih tau apa masalahnya termasuk tanda tangan yang mana saya tidak pernah tanda tangan di situ, RAB yang tidak sesuai, banyak lagi pak,” ujarnya 

Berdasarkan informasi, Kejaksaan Negeri Lumajang bersama Inspektorat melakukan pemeriksaan ke satu persatu penerima manfaat  melakukan pemeriksaan secara detail.

“Satu persatu rumah PM diperiksa, satu rumah hampir satu jam pemeriksaannya. Sampai pakai tangga naik ke atas plafon, penggunaan pasir, semen dan dan paku tidak lepas dari pemeriksaan menggunakan alat yang canggih”, ujar salah satu PM yang mengikuti jalannya pemeriksaan.

Masyarakat menunggu apakah pemeriksaan tersebut berlanjut ataukah hanya sebatas proses pemeriksaan yang tidak ada lanjutan.

(red)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button