
“Alhamdulillah, dengan ada bantuan pembangunan rumah permanen layak huni ini kami sangat bersyukur dan berterimakasih banyak kepada perusahaan Migas Blok A PT Medco E&P Malaka” ucap Keuchik Romi Syahputra alumni Fakultas Hukum ini, sembari berharap program ini terus berlanjut.
BeritaNasional.ID, ACEH TIMUR — Tersentak dan gemetar bahagia Jainabun janda lanjut usia (Lansia) saat didatangi Pemerintahan Gampong Alue Ie Mirah yang terdiri dari Keuchik Romi Syahputra, Ketua Tuha Peut Al-Ehdalusi dan Kadus Dusun Akoja Bejo Utomo serta Kaur Kesejahteraan Abdulrahman di kediamannya, tepatnya di Dusun Akoja, Desa Alue Ie Mirah, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur pada Jum’at 31 Mared lalu.
Pasalnya, Jainabun atau akrab dikenal sebagai Mak Leman Akoja ini merupakan Janda Miskin yang kesehariannya bertahan hidup dari belas kasian orang lain.
Mengapa tidak, sebelumnya ia sebagai tukang cuci pakaian warga dengan mengandalkan air aliran sungai Alue Ie Mirah, kini telah kehilangan order disebabkan aliran sungai semakin keruh dan dangkal, ditambah lagi kini warga telah banyak memiliki mesin cuci sendiri dan banyaknya jasa laundry.
Tak hanya itu, dulu ia juga mengandalkan Samsul Bahri (33) atau sapaan Leman Akoja yang merupakan satu-satunya anak lelaki yang menjadi tulang punggung keluarga kini jatuh sakit sejenis lemah tulang dan strok sejak 2019 lalu sehingga ia mengalami lumpuh dan kehilangan pekerjaan nya yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pikul barang di Kedai Alue Ie Mirah.
Apa daya, Leman Akoja juga telah berusaha menjalani pengobatan gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit Daerah dengan mengunakan BPJS namun tak kunjung sembuh disebabkan ia juga mengalami penyakit lain atau komplikasi.
Usaha Jainabun terhadap anaknya juga tidak sampai di situ, di usia senjanya ia terpaksa harus membanting tulang bekerja sebagai buruh harian atau tukang babat rumput di perusahaan perkebunan sawit yang hanya digaji sekitar puluhan ribu hingga Rp. 50 ribu rupiah, disebabkan ia harus membawa anaknya ke tempat terapi tradisional yang memang jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggal.
Selain itu, Janda Miskin ini juga harus menghidupi anak perempuannya yang baru saja tamat sekolah SMA yang kini belum memiliki pekerjaan.
Saat kedatangan rombongan Pemerintahan Gampong Alue Ie Mirah ketempat tinggal mereka yang tergolong sangat memprihatinkan, dimana gebuk yang mereka tepati berukuran 6×8 meter yang beralaskan tanah dan atap yang bocor, ditambah lagi kondisi gubuk yang lapuk dan miring akibat kerap di terjang air banjir setiap tahun nya.
Begitu Keuchik Romi Syahputra mengabarkan kepada Jainabun, bahwa mereka telah ditetapkan sebagai warganya yang mendapatkan satu unit rumah permanen layak huni dari bantuan program CSR PT Medco E&P Malaka Blok A.
Penetapan tersebut berdasarkan berita acara Gampong melalui hasil rapat atau musyawarah antara Pemerintah Alue Ie Mirah dengan TPG.
Saat mendengarkan kabar itu, Leman Akoja yang lama telah berbaring lumpuh tersentak bergerak tangannya seakan mengisyaratkan ia sangat bahagia terhadap kabar itu, bahkan ibu dan adik perempuannya gemetar dan terharu bahagia sembari mata mereka berkaca-kaca.
Namun apa daya, Allah lebih sayang terhadap Leman Akoja anak yatim yang telah berbaring sakit sekitar 4 tahun kini ia telah menghembus nafas terakhirnya dan kembali ke Rahmatullah pada Selasa 12 April lalu.
Meski demikian, kata Keuchik Romi Syahputra kini proses pembangunan rumah layak huni untuk ibu Almarhum Leman Akoja telah memasuk masa pengecekan lokasi pembangunan yang akan di bangun di tanah warisan peninggalan almarhum ayahnya yang cuman berukuran sekitar 20×15 meter, tepatnya di Dusun Mata U, Gampong Alue Ie Mirah.
“Alhamdulillah kami pemerintahan Gampong bersama Tim Humas PT Medco E&P Malaka telah meninjau langsung lokasi pembangunan rumah tersebut pada Kamis 27 April kemarin, mudah-mudahan insya Allah akan segera dibangun, dimana syarat dan berkas juga telah kami serahkan kepada Medco” terang Keuchik muda ini, Senin (01/05/2023).
Selain itu, Pemerintahan Alue Ie Mirah memohon dukungan semua pihak dan warga untuk menyukseskan pembangunan rumah bantuan PT Medco E&P Malaka tersebut untuk janda miskin
“Alhamdulillah, dengan ada bantuan pembangunan rumah permanen layak huni ini kami sangat bersyukur dan berterimakasih banyak kepada perusahaan Migas Blok A PT Medco E&P Malaka” ucap Keuchik Romi Syahputra alumni Fakultas Hukum ini, sembari berharap program ini terus berlanjut.
Sekedar diketahui, program CSR PT Medco E&P Malaka kini telah berjalan sejak produksinya sekitar 2018 dan telah membangun puluhan rumah layak huni yang telah menjadi rutinitas setiap tahunnya di desa-desa sekitar operasinya.



