Ragam

Bendera Dan Umbul-Umbul Rusak Terseret Truck Tebu, Puluhan Warga Blokade Jalan

image_pdf

BeritaNasional.ID,
SITUBONDO – Puluhan warga desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (12/8/17) memblokade jalan. Puluhan warga itu menuntut pertanggung jawaban atas rusaknya bendera dan umbul -umbul HUT Kemerdekaan RI ke 72 yang terseret truck angkutan tebu milik Pabrik Gula (PG) Wringinanom dan PG Panji.

Seorang aktifis bernama Muhamad Faisol bersama puluhan warga dalam orasinya mengatakan, pihaknya bersama warga memportal truk-truk tebu yang beraktifitas tersebut karena telah merusak umbul-umbul dan bendera merah putih di sepanjang jalan itu karena muatannya melebihi kapasitas. Sehingga berakibat sejumlah bendera dan umbul -umbul yang dipasang warga terseret dan mengalami kerusakan.

Puluhan warga yang teribat dalam aksi protes itu membentangkan bendera merah putih di tengah jalan.

“Kami dan puluhan warga kesal dengan aktivitas truck-truck yang mengangkut tebu ini melebihi kapasitas. Kami tidak melarang truck tebu itu melintas, tetapi jangan sampai merusak bendera-bendera yang sudah dipasang oleh warga disepanjang jalan dengan modal swadaya,” sergah Faisol dalam orasinya.

Dalam orasi lainnya, Faisol meminta pertanggung jawaban pihak PG dan permintaan maaf secara tertulis kepada seluruh warga desa. Serta mengganti rugi atas segala kerusakan yang ada kepada warga.

Menurut Faisol, muatan tebu yang melebihi kapasitas hingga mencapai 3 sampai 4 meter ketinggian muatan tebunya tersebut berpotensi merusak bendera dan umbul- umbul yang dipasang oleh warga.

“Dalam pemasangam bendera sudah kami evaluasi dengan ukuran ketinggian kendaraan termasuk truck tebu yang berlalu lalang di jalan desa kami,” tegas Faisol.

Dalam tuntutannya yang dilantangkan dengan suara keras, Faisol menandaskan, bila tuntutan warga tidak direspon okeh pihak PG Panji maupun PG Wringin Anom, maka dalam waktu dekat pihaknya akan menggerakkan massa yag lebih besar untuk melakukan aksi demo ke PG panji Dan Wringin Anom.

“Kita minta kepada pihak PG supaya mengintruksikan kepada seluruh armada pengangkut tebu, agar tidak memuat tebu dengan melebihi kapasitas,” seru Faisol lagi.

Akibat aksi tersebut, puluhan truck pengangkut tebu tersendat beberapa jam dan harus berhenti karena terhalang portal di tengah jalan yang dipasang oleh warga.
Demi kondusivitas, Polisi dan TNI melakukan pengamanan dan penjagaan ketat di lokasi. (edo)

Caption : Faisol saat berorasi dengan berdiri diatas tangga sambil membentangkan bendera merah putih.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close