Politik

Jokowi-Amin Dapat Dukungan Dari Barisan Nasionalis

image_pdf

BeritaNasional.ID Jakarta – Kaum nasionalis yang tergabung dengan ‘Barisan Nasionalis’ mendeklarasikan diri mendukung pasangan calon persiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Demikian deklarasi para eksponen kelompok nasionalis Indonesia bersatu yang digelar di Hutan Kota Jakarta, di Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (24/1/2019). Dipimpin oleh Ketua Dewan Penasihat Theo L.Sambuaga, bersama jajarannya seperti Ugik Kurniadi, Agung Laksono, Ahmad Basarah, Nusyirwan Soedjono, Awang Faroek Ishak, dan Palaar Batubara.

Theo mengatakan, Barisan Nasionalis merupakan eksponen yang pernah bergabung di GMNI, Gerakan Pemuda Marhaenis, Wanita Demokrat, dan lain-lain. Pada Desember tahun lalu, mereka berkumpul dan meyakini harus berkonsolidasi dalam sebuah barisan.

Tujuan jangka pendeknya adalah bagaimana mereka menghadapi pemilu dan pilpres 2019. Semua ingin bahwa pembangunan bangsa harus dilanjutkan. Dan harus berdasarkan ideologi Pancasila, UUD 194, NKRI, serta memperkaya Bhinneka Tunggal Ika.

“Dengan itu, kami meyakini untuk memberikan dukungan kepada pasangan nomor urut 01, Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin,” kata Theo Sambuaga, yang sejak mahasiswa aktif sebagai di GMNI ini.

Konsolidasi sudah dilakukan dan pembentukan pengurus di tingkat daerah sudah dilaksanakan. Untuk pengurus harian, diketuai Tri Budianto dengan Sekjen Twedy Noviadi.

Berbagai nama senior nasionalis bergabung di dalamnya. Nama-nama mereka pun disebut oleh Theo Sambuaga. Di antaranya adalah Waluyu, Gatot, Iman Totok, Ai Vivananda, Bob Arun Randilawe, Budianto Tarigan, Putu Artha, Siswono Yudo Husodo, dan Sonny Tri Dana Paramitha.

Agung Laksono sempat memaparkan sejumlah kondisi yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Khususnya terkait adanya upaya sistematis mencoba merubah ideologi Pancasila dengan ideologi impor yang bertentangan dengan nilai luhur bangsa. Lalu adanya upaya mempertentangkan perbedaan sebagai upaya memperlemah persatuan dan kegotongroyongan.

“Semakin suburnya praktik intoleransi yang merapuhkan ketahanan nasional Indonesia,” kata Agung, mantan Ketua DPR dan Pimpinan Partai Golkar itu.

Awang Faroek Ishak mengatakan bahwa semua hal demikian disebar melalui kabar bohong dan perdebatan tak substansial. Maka itu, tekad menjaga Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara sebagai hal final pun semakin kuat. “Ini tekad kita bersama,” kata Awang, mantan Gubernur Kalimantan Timur itu.

Nusyirwan Soedjono mengatakan bahwa pihaknya menyerukan kepada seluruh kaum nasionalis Indonesia untuk bersama-sama bertekad menjaga Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara.

“Yakni dengan mendukung Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin. Semoga kita senafas dan satu dukungan,” kata Nusyirwan, yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan itu.

Sementara Ahmad Basarah mengatakan bahwa Barisan Nasionalis dipertemukan kembali oleh sebuah perjuangan historis untuk menjaga persatuan bangsa. Baik pada pemilu 2019 maupun paska pilpres 2019.

“Khususnya dalam aspek penguatan ideologi. Concern ini sebab kami melihat benar adanya upaya terstruktur, masif, dan sistematis mengganti Pancasila sebagai ideologi,” kata Basarah, Wakil Ketua MPR RI itu.

Kata dia, Barisan Nasionalis berkomitmen terus berkampanye kebangsaan, membangun narasi nasionalisme sebagai kontra narasi ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Ke depan, Semoga Allah SWT memberi berkah dengan Jokowi-Kiai Ma’ruf memimpin negara di periode berikutnya, Barisan Nasionalis akan terus mengawal kepemimpinanya, agar tetap setia menjaga Pancasila dan Kebhinekaan,” kata Basarah.

Theo L Sambuaga mengatakan bahwa dalam menghadapi Pilpres 2019, Barisan Nasionalis adalah relawan yang akan bekerja sempai ke daerah-daerah. (dki1/bn)

Show More

Related Articles

Close