ACEHPolitik

Politisi PNA Aceh Jaya: Sosok Mualem Sangat Cocok Pimpin Aceh ke Depan

Beritanasional.Id, Calang – Meski Pilkada Aceh tahun 2022 masih jauh,namun Partai dan Koalisi partai mulai mengatur stretegi dan melirik bakal calon yang akan dijagokan untuk dicalonkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh tahun 2022 mendatang.

Salah satu nama yang masih dan sering dibicarakan sebagai sosok pemimpin Aceh di periode 2022 -2027 nantinya adalah Mantan Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017 yaitu H. Muzakir Manaf (Mualem).

Hazami, Anggota DPRK Aceh Jaya dari Partai Nasional Aceh (PNA) melalui pesan WA yang diterima media ini menuliskan bahwa, Aceh masih butuh pemimpin yang mampu menyatukan rakyat, guna mewujudkan pembangunan Aceh dan Masyarakatnya ke arah yang lebih baik.

Hazami berpendapat, Pemerintah aceh harus dipimpin oleh orang yang memiliki power terutama dalam upaya merangkul kombatan GAM, MoU Helsinky yang masih dianggap banyak butir butirnya belum terealisasi. Maka dibutuhkan desakan dari orang yang faham dengan MoU tersebut, sehingga apa yang diharapkan oleh rakyat Aceh dapat terwujud.

“Aceh masih harus dipimpim oleh orang orang pejuangan, agar seluruh butir butir MoU bisa terealisasi, kita melihat ada beberapa poin dari butir butir MoU yang sudah ditandatangani bersama oleh Pemerintah pusat dan GAM belum direalisasi oleh Pemerintah pusat. Maka kita berharap ditangan Mualem, seluruhnya bisa direalisasi oleh Pemerintah pusat nantinya,” Tulis Hazami, yang diterima media ini, Jumat malam (8/11/19).

Tambah Hazami, apa yang dimiliki pada sosok Mualem, adalah kriteria yang seyogianya dibutuhkan oleh Rakyat aceh dan Pemerintah aceh, oleh sebab itu dirinya mengajak kepada seluruh Masyarakat aceh untuk merapatkan barisan dan kembali mengusung Mualem di pilkada mendatang.

“Mualem adalah sosok tokoh yang memiliki power dan wibawa dimata Publik, serta beliau faham apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan Aceh ini berdaulat di masa mendatang,” demikian tambah Hazami.

Dikutip dari berbagai sumber, Dukungan dari partai yang sempat menjadi lawan politik Partai Aceh pada Pilkada 2017 itu, bukan tidak beralasan, tapi sebagaimana diketahui, sejak awal 2019 lalu Partai Aceh dan PNA tampak mulai harmonis, salah satunya adalah merekrut Politisi PNA (Muhammad Saleh modus) sebagai jurubicara PA.(Alan)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close