Jambi

Warga Beji Mulyo Mediasi dengan Perusahaan Batu Bara Terkait Dampak Debu

 

BeritaNasional.ID, TUNGKAL JAYA – Warga Dusun 3, Dusun 4, dan Dusun 5 Desa Beji Mulyo, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, menggelar mediasi dengan pihak perusahaan batu bara terkait dampak debu yang dinilai mengganggu kesehatan masyarakat, Selasa (10/2/2026).

Mediasi berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Beji Mulyo dan dihadiri Sekretaris Camat Tungkal Jaya Pipin Arwin, S.Sos., M.Si, Kapolsek Tungkal Jaya Iptu Imam Syah, S.H., M.Si, Kepala Desa Beji Mulyo Subroto, perwakilan Babinsa Koramil Tungkal Jaya Serka Sukri, serta pihak perusahaan PT BSPC/GEL yang diwakili HRD Diding Supriadi.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat yang terdampak debu batu bara akibat aktivitas operasional perusahaan di sekitar permukiman. Dalam forum tersebut, warga menyampaikan berbagai tuntutan yang kemudian dibahas melalui musyawarah bersama.

Hasil mediasi menyepakati sejumlah poin, di antaranya penyaluran bantuan sembako kepada warga Dusun 3 sebanyak 31 paket dan Dusun 4 sebanyak 104 paket dengan total 135 paket yang akan dibagikan pada Selasa, 17 Februari 2026. Selanjutnya, pembagian sembako akan dilakukan setiap dua bulan sekali pada bulan genap untuk Dusun 3 dan Dusun 4.

Selain itu, perusahaan menyepakati pemberian kompensasi kesehatan yang dibayarkan secara tunai setiap tanggal 28 setiap bulan, dengan rincian Dusun 3 sebesar Rp4.000.000 per bulan, Dusun 4 sebesar Rp4.500.000 per bulan, dan Dusun 5 sebesar Rp5.000.000 per bulan. Perusahaan juga berkomitmen membagikan masker kepada masyarakat, meningkatkan intensitas penyiraman jalan dan area operasional, melakukan langkah teknis pengurangan debu di area tambang, serta membangun tiga titik sumur bor untuk kebutuhan warga.

Salah satu warga terdampak, Nopa Pasdianto, menyampaikan bahwa anaknya mengalami infeksi paru-paru yang diduga akibat paparan debu dan asap batu bara. Ia berharap perusahaan lebih memperhatikan kualitas udara dan meninjau kembali lokasi crusher batu bara yang dinilai terlalu dekat dengan permukiman warga. Nopa juga meminta pemerintah daerah meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di Desa Beji Mulyo.

Menurut informasi warga, dampak debu batu bara juga dirasakan oleh keluarga yang memiliki balita, bahkan sebagian warga terpaksa mengungsi sementara akibat kondisi debu yang semakin parah. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan di permukiman, tetapi juga menjangkau lingkungan pendidikan.

Kepala SD Negeri 3 Beji Mulyo, Siti Dasilah, S.Pd, menyampaikan keprihatinannya karena debu halus batu bara masuk hingga ke ruang kelas siswa. Ia mengkhawatirkan debu tersebut mencemari makanan program MBG yang berpotensi berdampak pada kesehatan siswa-siswi.

Mediasi ini diharapkan menjadi langkah awal penyelesaian persoalan dampak lingkungan di Desa Beji Mulyo serta mendorong perusahaan agar lebih bertanggung jawab terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat di sekitar area operasional tambang.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button