Sidrap

Konfrensi PWI Sidrap-Enrekang, Anwar Sanusi Dinilai Belum Memahami PDPRT PWI

BeritaNasional.ID, Sidrap – Konfrensi PWI Kabupaten Sidrap yang digelar Ahad,  24 November 2019, yang dipimpin langsung Sekretaris PWI Sulsel Anwar Sanusi yang didampingi Ketua Panitia Darwis Pantong dan Moderator Marno Pawessai.

Konfrensi dimulai, langsung membahas tata tertib, padahal sebelumnya harus dilakukan laporan Pertanggung Jawaban Ketua PWI Sidrap-Enrekang Priode 2016-2019.

Anehnya lagi,  dalam konfrensi tersebut Sekretaris PWI Sulsel tidak membawa dokomen Data Pemilih,  dan menurutnya data tersebut hilang dan tidak ada dalam file,  Sehingg panitia leluasa membuat data pemilih,  dan kejadian ini saling tuding antara Panitia dan Sekretaris PWI Sulsel.

Dalam konfrensi tersebut,  Anwar Sanusi dinilai masih minin  pemahaman terkait dengan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga PWI pada pasal 25 Ayat (1). Yang mengatakan ingin jadi pengurus PWI Kab/Kota, maksimal sekurang-kurangnya satu tahun sudah memiliki kartu Anggota Biasa (AB),  namun dalam konfrensi tersebut ia meloloskan saudara Edy Basri (Fajar)  maju dalam Konfrensi,  padalah Kartu ke anggotaannya tidak ada dan masih dalam proses sejak bulan Oktober 2019 lalu.

Selain  itu kata Risal Bakri, Anwar Sanusi memaksa keadaan untuk ingin meloloskan Kandidatnya,  meski harus menabrak PDPRT PWI, untuk itu perlu dipertanyakan, ada apa dibalik ini.

Lanjut Risal Bakri,  kejadian ini bukan untuk pertama kalinya terjadi di Konfrensi PWI Sidrap-Enrekang,  dulu tahun 2016 saat Hasman Hanafi maju, juga tidak mengantongi kartu Anggota Bisa (AB).

Jadi,  menurut Risal Bakri,  Anwar Sanusi belum layak jadi Pengurus PWI Provensi Sulsel,  sejatinya sebagai Pungurus saat melakukan Konfrensi ia harus selalu mengacu dalam PDPRT PWI,  harus Netral, dan jalan sesuai aturan yang ada, betapa tidak,  kita seorang kulih tintah yang sehariannya mencari berita yang objektif lengkap dan transparan,  justru di internal kita menyepelehkan PDPRT.

Untuk itu,  ia harap kepada Ketua DKP PWI Sulsel untuk lebih jelih melihat persoalan ini,  termasuk di Konfrensi di Palopo.

Lanjut Risa Bakri,  Anwar Sanusi juga sebut Hasman Hanafi telah menjabat Ketua PWI Sidrap-Enrekang selama 9 tahun lamannya,  menurutnya ini suatu kebanggaan dan patut mendapat apresiasi, sayang dalam kepemimpinannya sebagai bukti kongkrit,  dulu Anggota Biasa sebanyak 22 orang Pemilih. Sekarang hanya 11 orang,  dan selain itu tidak pernah ada laporan Pertanggung Jawaban di depan anggota, ditambah,  dulu Wartawan ada tempat berteduh (kantor red),  kini sudah diambil ahli Pemerintah karna tidak terpelihara, “inikah suatu prestasi yang membanggakan,” kata Risal Bakri. (Risba)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close