BondowosoHeadlineJawa TimurNasionalPendidikan

PB PGRI Teguh Sumarno Apresiasi Presiden Prabowo Subianto Atas Kenaikan Insentif Guru Non-PNS

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM –  Tahun ini Presiden Prabowo Subianto menaikkan bantuan insentif bagi guru non-PNS (Pegawai Negeri Sipil) menjadi Rp400 ribu/orang/bulan. Naik dari sebelumnya Rp300 ribu.

Dengan total anggaran Rp1,8 triliun untuk lebih dari 377.000 guru. Bantuan ini menargetkan guru formal di TK, SD, SMP, dan SMA/SMK yang belum tersertifikasi, dengan penyaluran disesuaikan kebijakan Puslapdik Kemedikdasmen.

Kebijakan Presiden Prabowo tersebut disambut baik dan mendapat apresiasi dari PB PGRI Teguh Sumarno. Hal itu disampaikan Sekjen LKBH PB PGRI, Dr. Drs. H. Sugiono Eksantoso, SH, MM pada BeritaNasional.ID.

“PB PGRI Teguh Sumarno menyambut baik dan mengapresiasi  Presiden Prabowo Subianto yang telah menaikkan insentif guru non PNS menjadi Rp400 ribu,” kata Sugiono, sapaannya. Sabtu 28/2 2026.

Kemudian, lanjutnya, Presiden juga menaikkan tunjangan bagi guru non-ASN bersertifikasi yang  sebelumnya Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Ini perlu diapresiasi, karena Presiden Parbowo betul-betul memberikan perhatian pada pendidikan dan guru di seluruh Indonesia.

Karena pendidikan, merupakan pilar atau asset utama dalam rangka meningkatkan IPM (Indek Pembangunan Manusia) di Indonesia. Salah satu unsur IPM adalah pendidikan. Bahwa masih ada program Bapak Presiden yang perlu di evaluasi, itu wajar.

“Karena tidak mungkin Presiden memantau langsung pada seluruh kegiatan, misalnya MBG, yang sebetulnya tujuannya baik. Yaitu untuk meningkatkan kecerdasan dan meningkatkan IQ anak-anak melalui Makan Bergizi Gratis (MBG),” jelasnya.

Jika ada oknom dalam menyelenggarakan MBG tidak sesuai dengan Prosedur tetap (Protap), ini memang perlu di evaluasi. Oleh karena itu, PB PGRI akan membuka ruang pada guru yang akan memberikan evaluasi MBG.

Masukan tersebut nanti akan disampaikan pada Badan Gizi Nasional (BGN). Seperti yang akan dilakukan Provinsi Jabar, Gubernur Dedi Mulyadi, membuat aplikasi bisa memantau langsung ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ini pemikiran yang inovatif. (Syamsul Arifin/Bernas)

 

 

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button