Politik

Pengamat Politik Desak Segera Mengisi Jabatan Yang Ditinggal Sandiaga

BeritaNasional.ID Jakarta – Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menyarankan posisi kosong kursi Wakil Gubernur Jakarta yang ditinggalkan Sandiaga Uno sebaiknya langsung segera diisi.

Hendri Satrio atau yang biasa dipanggil Hensat menyebutkan beberapa nama yang pantas mengisi posisi Sandi.

Ia memiliki pandangan sendiri, salah satunya Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, yang menurutnya bisa menempati.

“Mardani sebelum didapuk sebagai Ketua Tim Pemenangan Anies Sandi merupakan calon Gubernur Jakarta yang diusung PKS. Kemudian elektabilitas dan popularitas Mardani di Jakarta pun tidak kecil,” jelas Hensat.

Selain itu, Hensat menambahkan, Gerindra Dan PAN sudah semestinya memberikan ruang bagi PKS untuk berkiprah di ranah eksekutif.

“Jangan diambil Gerindra semua, PKS perlu diapresiasi dan Mardani adalah sosok yang tepat,” katanya.

Sebelumnya, calon presiden dan wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendaftarkan diri ke KPU untuk mengikuti Pemilu 2019.

Sandiaga Uno maju mendampingi Prabowo karena Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, menilai Sandiaga Uno, lebih unggul dari segi kapasitasnya memahami pelaku usaha dari generasi milenial.

“Dari segi perbandingan cawapres, antara Ma’ruf Amin dan Sandiaga, pemahaman kondisi permasalahan kekinian dan bagaimana generasi milenial serta kaitannya dengan teknologi informasi, jelas Sandi lebih unggul,” kata Faisal.

Faisal menyebutkan, meski pengalaman di bidang pemerintahan masih tergolong sebentar sebagai wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga memiliki pengalaman yang cukup panjang sebagai pelaku usaha. Sandi sudah membangun perusahaan investasi sejak mengenyam pendidikan kuliah.

Namun demikian, petahana Presiden Joko Widodo juga memiliki latar sebagai pelaku usaha. Meski tidak memilih pasangan pendamping cawapres dari pelaku bisnis, Jokowi dinilai lebih unggul memiliki pengalaman dan memahami perekonomian selama menjabat lima tahun.

Menurut dia, kedua pasangan, Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga, tidak banyak memiliki perbedaan yang mencolok, selain cara pendekatan atau teknis menghadapi tantangan ekonomi lima tahun ke depan.

Pengalaman Jokowi menjabat Presiden selama lima tahun, seharusnya menjadi alat untuk mendorong perekonomian yang lebih baik lagi. (dki1/bn.id)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close