0 Shares 28 Views

Yusril Ihza Mahendra : Otopsi Terhadap Jenazah Yusuf Membuka Misteri Kematiannya

Makassar BeritaNasional.ID Jun 13, 2018
0 29

BeritaNasional.ID — Wartawan media Kemajuan Rakyat di Kota Baru, Kalsel, meninggal dunia setelah dilarikan dari Lapas Kota Baru ke RSUD setempat akibat menderita sesak nafas dan muntah-muntah. Yusuf ditahan sejak pertengahan April dan kini sedang diadili di Pengadilan Negeri Kota Baru.

Yusuf menjadi pesakitan karena dilaporkan melakukan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian oleh PT MSAM, perusahaan perkebunan kelapa sawit milik Haji Syamsudin Andi Arsyad alias Haji Isam, pengusaha batubara dan perkebunan terkemuka berbasis di Batulicin, Kalimantan Selatan. Yusuf didakwa melanggar Pasal 45A UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU ITE dengan ancaman penjara maksimum 6 tahun atau denda 1 milyar.

Kematian wartawan M Yusuf menarik perhatian publik di Kalsel dan di tingkat nasional. Kapolres Kotabaru mengatakan dari visum sementara, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Yusuf. Jenazah Yusuf langsung diserahkan ke keluarganya dan dimakamkan keesokan harinya, Senin, 11 Juni 2018.

Yusril berpendapat, kematian Yusuf karena sesak nafas dan muntah2, mestinya tidak cukup dijelaskan dengan visum sementara sebagaimana dikatakan Kapolres Kota Baru, tetapi harus dilakukan secara mendalam dengan melakukan bedah mayat (otopsi) untuk memastikan penyebab kematiannya. Keluarga almarhum seyogianya mengizinkan otopsi ini demi terungkapnya sebuah kebenaran.

Mengingat jenazah baru saja dimakamkan, maka pemeriksaan melalui otopsi masih dapat dilakukan secara optimal. Dengan otopsi, dokter dapat menjelaskan penyebab mengapa Yusuf sesak nafas dan muntah2 serta meninggal hanya sekitar 30 menit setibanya di rumah sakit. Otopsi terhadap jenazah Yusuf, menurut Yusril, akan membuka tabir misteri kematiannya. Kalau kematiannya wajar, maka masalahpun selesai. Artinya, ajal memang telah tiba bagi almarhum, yang memang tidak dapat ditunda oleh siapapun.

Tapi kalau kematiannya tidak wajar, maka penanganan kasus kematiannya harus melibatkan Bareskrim Mabes POLRI agar dapat menghasilkan penyelidikan dan penyidikan yang obyektif, siapa yang bertanggungjawab atas kematian wartawan M. Yusuf. “Ini harus dilakukan demi tegaknya hukum dan keadilan”, kata Yusril mengakhiri keterangannya.( */Gadhir )

You may be interested

Dugaan Munculnya KWRI ‘Gadungan’, Ketum KWRI Ozzy Sulaiman Sudiro Angkat Bicara
Nasional
0 shares83 views

Dugaan Munculnya KWRI ‘Gadungan’, Ketum KWRI Ozzy Sulaiman Sudiro Angkat Bicara

mh said -- BeritaNasional.ID - Jun 19, 2018

BeritaNasional ID, BANYUWANGI - Ozzy Sulaiman Sudiro selaku Ketua Umum (Ketum) Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI), angkat bicara terkait viralnya berita, dugaan munculnya…

Terkait Salam Komando, Momentum Halal Bi Halal Hendaknya Tidak Diartikan Aneh-aneh
Politik
7 shares319 views

Terkait Salam Komando, Momentum Halal Bi Halal Hendaknya Tidak Diartikan Aneh-aneh

Makassar BeritaNasional.ID - Jun 18, 2018

  BeritaNasional.ID -- Momentum halah bi halal hendaknya tidak diartikan aneh-aneh. Demikian diungkapkan Usdar Nawawi ketua SDP yang juga wartawan utama Dewan Pers…

Jalin Silaturahmi dengan Warga Buntusu, Muhammad Rheza Hadiri Halal Bi Halal
Advedtorial
0 shares59 views

Jalin Silaturahmi dengan Warga Buntusu, Muhammad Rheza Hadiri Halal Bi Halal

Makassar BeritaNasional.ID - Jun 18, 2018

  BeritaNasional.ID -- Untuk saling bersilaturahmi dan berbagi cerita sembari bermaaf-maafan setelah hari raya Idul Fitri. Kelurahan Buntusu dengan mengundang para Penasehat bersama…

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Most from this category