Sulbar

Bupati Polman Terima Aksi Demo Aliansi Masyarakat Tutar

Polman.Sulbar.Beritanasional.id –Aliansi Masyarakat Tutar, menggelar aksi unjuk rasa, di Pelataran Kantor Bupati Kabupaten Polewali Mandar, Jum’at, 31/01/20.

Massa aksi, yang dipimpin oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Sumarling itu, menuntut perhatian dari pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, terkait perbaikan infrastruktur jalan yang di Kecamatan Tutar.

Dalam orasinya, Sumarling, mengatakan bahwa pada 15 Januari 2019 lalu, mahasiswa Tutar, juga telah menggelar aksi damai, bertepatan hari penjemputan adipura, akan tetapi tidak sempat bertemu langsung dengan Bupati Kabupaten Polewali Mandar.

“Justru teman-teman aliansi mendapat informasi dari media salah satunya di info kejadian Polewali Mandar dan Tribun Timur, dan beberapa media partner lainnya, bahwa dalam penyampainnya Haji Andi Ibrahim Masdar selaku bupati Polman, menyatakan sebanyak Rp 30 Miliar yang akan bersumber dari APBD dan APBN kita akan pakai untuk selesaikan persoalan di Kecamatan Tutar di tahun 2019 ini,” ucap Sumarling.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, memperjelas status jalan poros Kecamatan Tutar, sebagai bagian yang paling penting untuk diperhatikan oleh pemerintah daerah.

“Perjelas status jalan poros Tutar, infranstruktur jalan merupakan hal yang paling urgen, yang harus diperhatikan oleh pemerintah, sebagai pemangku kebijakan. Sama halnya dengan Kecamatan Tutar yang mayoritas penduduknya petani. Namun miris, hasil dari pertanian itu yang semestinya bisa meningkatkan perekononomian masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga menuntut agar dugaan kasus penghinaan terhadap Kecamatan Tutar, melalui Media Sosial (Medsos) Facebook, untuk diusut tuntas.

“Menanggapi komentar yang beredar di media sosial, kami selaku masyarat atau warga tutar tidak menerima dengan adanya komentar di salah satu akun facebook, yang telah di lontarkan oleh dua oknum tersebut,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kabupaten Polewali Mandar Andi Ibrahim (AIM) yang menerima langsung massa aksi itu, mengakui bahwa status jalan poros Kecamatan Tutar hingga saat ini, masih simpang siur.

“Pertama-tama saya minta maaf karena saya lagi rapat, kalau masalah jalan saya tidak ada masalah. Kalau pun disuruh tanda tangan beribu-ribu surat pernyataan, saya akan tanda tangani, cuma saat ini masih simpang siur tentang status jalan Tutar,” ungkap AIM.

Selain itu, ia juga menambahkan, bahwa pihaknya saat ini selaku pemerintah daerah Kabupaten Polewali Mandar, telah mendorong masalah status jalan ke Tutar, pada tingkat pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

“Kami pemerintah daerah, sudah berupaya mendorong ke provinsi mengenai kejelasan status jalan Tutar, jika sudah ada kejelasan bahwa bisa dikerjakan oleh pemerintah daerah akan segera saya selesaikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, AIM juga menegaskan bahwa ia selaku Bupati di Kabupaten Polewali Mandar, tidak ingin melihat masyarakatnya di Kecamatan Tutar, menderita dengan kondisi infrastruktur jalan.

“Saya sebagai bupati juga tidak ingin melihat masyarakat Tutar menderita. Janji saya, saya tidak akan menginjakkan kaki kecamatan Tutar, sebelum infrastruktur jalannya sudah baik,” tegas AIM

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close