ACEHDaerahLifestyle

Busana Ramah Lingkungan dan Unik di Karnaval di Bireuen

image_pdf

Beritanasional.id, Bireuen– Busana berbahan Tikar pandan jadi pemandangan unik di Karnaval Kabupaten Bireuen, yang berlangsung di Kota Bireuen, Minggu (18/8/19).

Kostum yang dikenakan oleh seorang gadis (belum diketahui identitasnya) tampak anggun dengan pola desainnya yang begitu rapi dan elegan. Putri cantik berkulit kuning langsat itu, menjadi perhatian pengunjung pawai.

Busana yang perancangnya belum diperoleh informasinya itu, didesain gaya pakaian gamis dielngkapi oleh kerah raksasa, meski tampak kaku, namun keanggunan gadis tersebut dibalut busana berbahan tikar pandan itu cukup mempesona masa pengunjung.

Informasi yang diperoleh media ini melalui kiriman gambar, Minggu sore, tidak dilengkapi keterangan detil hanya dituliskan “desainer mellinial, Top Markotop” demikian tulis salah seorang peserta salah satu Group WA tersebut.

 

(Seluruh mata pengunjung tertuju pada gadis berkostum busana elegan ala busana berkelas nasional, padahal kostum tersebut hanya terbuat dengan bahan baku pandan anyaman. Keunikannya membuat gadis ini banjir pujian penikmat karnaval di Bireuen itu. Foto: ist)

Dapat dipastikan, kostum berbahan tikar pandan itu belum pernah muncul di mata publik sepanjang sejarah desainer khusus di Aceh, atau di Kabupaten Bireuen.

Dari struktur bahan dan tehnik penggunaannya, Kostum berbahan rajutan daun pandan itu, tidak cuma dalam karnaval saja dapat digunakan, tapi juga sangat cocok untuk model dalam berbagai momen, sebab unik dan mudah di dekor.

Selain Busana Berbahan baku daun pandan itu, belum diperoleh informasi adanya sejumlah penampilan unik lainnya dalam karnaval yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen itu, namun dipastikan kehadiran kostum Elegan berbahan pandan anyaman itu, tidak dapat dikalahkan oleh model kostum lainnya, jika dilihat dari berbagai aspek, baik kesehatan maupun ramah lingkungan serta kemudahan dalam memperoleh bahan baku yang ekonomis.

Sebagaimana diketahui, Pandan kerab digunakan masyarakat Aceh untuk membuat tikar. Tikar diperuntukkan untuk alas lantai, dibuat dengan cara dirajut dengan bahan baku pandan dan ada juga sejumlah tamanan liar lainnya yang pernah digunakan masyarakat Aceh, seperti Baroum dan Ngo’m, kedua tamanan tersebut jenis rumput liar yang tumbuh di dataran rendah rawa atau sawah.

Kecuali Tikar, Pandan juga dijadikan sebagai bahan baku membuat kantong berbagai ukuran dalam bahasa Aceh disebut eumpang. Namun sejalan dengan perkembangan zaman, penggunaan pandan dan sejumlah tanaman liar lainnya sebagai bahan baku tikar dan kantong pun mulai ditinggalkan masyarakat, sehingga saat ini sudah langka tersedia tikar atau kantong yang terbuat dari bahan baku lokal itu.

Tapi, seiring dengan munculnya desain kostum wanita pada karnaval di Bireuen ini, berpotensi Pandan dan sejumlah bahan baku anyaman Aceh, akan kembali jadi incaran masyarakat.

Karnaval tersebut digelar oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen – Aceh, merupakan rangkaian kegiatan memeriahkan HUT RI ke 74 tahun 2019 yang puncak peringatan detik- detik Proklamasi Kemerdekaan telah diperingati Sabtu kemarin, 17 Agustus. (Alan)

Author: Dahlan Alan

Show More

Related Articles

Back to top button
Close