Bulukumba

Karang Taruna dan Literatur Desa Karama Membuka Kelas Republika Sebagai Solusi Pendidikan di Tengah Pandemi COVID-19

BeritaNasional.ID, Bulukumba – Corona virus deseasse atau COVID-19, kini telah mengubah wajah Pendidikan semakin tak menentu. Mulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi pun ditutup selama masa pandemi. Namun hal baik terus dilakukan oleh Pemerintah untuk tetap melaksanakan aktivitas atau kegiatan belajar mengajar dengan segala keterbatasan yang ada baik itu fasilitas atau kemampuan personal yang dimiliki setiap anak di seluruh Indonesia.

Saat ini para pelajar dihadapkan dengan sistem pembelajaran online yang tentunya menjadi hal baru dan memberatkan bagi pelajar dan juga orang tua. Pasalnya, dalam pembelajaran Daring ini , mereka tidak diberi fasilitas pembelajaran yang memadai. Padahal terdapat banyak pelajar yang tidak memiliki Gadget/Handphone yang merupakan media utama pembelajaran online ataupun terkendala biaya kuota internet yang cukup besar. Selain itu, keterbatasan Jaringan Juga menjadi kendala setiap pelajar untuk mengakses pembelajaran secara virtual.

Karang Taruna Dan Literatur Desa Karama Membuka Kelas Republika Sebagai Solusi Pendidikan Di Tengah Pandemi COVID-19
Sehingga hal inilah yang membuat Pemuda Desa Karama Khususnya Karang Taruna dan Karama Literature membentuk Gerakan untuk memberikan Pendidikan Non Formal secara gratis kepada anak-anak khususnya di desa Karama yang diberi nama “Kelas Republika”. Sebab pendidikan formal dinilai terbatas dan terkesan kaku dalam memberikan pengetahuan bagi anak-anak. selain itu, Pendidikan formal membutuhkan biaya yang besar padahal dari segi taraf kehidupan masyarakat didominasi oleh ekonomi rendah.

Salah satu pemuda Desa Karama Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba, Irwan Azis mengatakan bahwa pendidikan formal saat ini terpaku pada teori sehingga ia dan teman-temannya berinisiatif untuk mendirikan Kelas Republika Berbasis Pendidikan Non Formal.

“Tujuan dari pendidikan non formal ini yaitu memberikan pengetahuan bagi anak-anak tidak hanya pada teori serta pelajaran yang mereka dapatkan disekolah saja, tetapi mereka juga diasah untuk mengembangkan minat dan bakat serta sisi spiritual anak. Sehingga dapat menjadi bekal mereka ketika kembali ke bangku sekolah,” ungkapnya, Kamis (09/07/20).

Kelas Republika ini telah memiliki kurang lebih 50 orang murid dari berbagai dusun di Desa Karama, yang setiap harinya belajar dengan memanfaatkan berbagai tempat sebagai ruang belajar. Kemudian Konsep Belajar dan Bermain merupakan konsep diterapkan di kelas republika ini, Selain minat bakat dan sisi spiritual, anak-anakpun diajari untuk bagaimana menjaga alam, berpuisi, menanamkan nilai moral dan etika serta mengajak anak-anak untuk mempunyai cita-cita yang kelak dapat menentukan masa depan mereka.

Sekum Karang Taruna Kita Karama Desa karama, Juanda berharap, ke depannya pemuda tidak hanya berpikiran tentang masa depan mereka sendiri akan tetapi, ia berharap pemuda menjadi garda terdepan untuk memajukan Pendidikan di Indonesia.

“Selain itu kami juga berharap agar ide dan gagasan tentang Pendidikan Non Formal ini menjadi salah satu tawaran solusi dalam memajukan sistem Pendidikan yang ada di Indonesia apalagi di tengah pandemi saat ini, dimana akses pendidikan sangat terbatas.(Sekum Karang Taruna Kita Karama Desa karama)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close