ACEHDaerah

Soal Anjlok Harga Minyak Sere di Gayo Lues, Pemerintah Diminta Segera Turuntangan

image_pdf

Beritanasional.id, Gayo Lues-Gonjang-ganjing permasalahan anjloknya harga jual Minyak sereh wangi/Sere wangi (atsiri) memang layak menjadi kekhawatiran  bagi semua kalangan. Pasalnya, Minyak atsiri dianggap sudah banyak memiliki kontribusi bagi peningkatan perekonomian masyarakat. Bagaimana tidak, berkat sere wangi miliaran uang beredar di Kabupaten Gayo Lues setiap tahunnya, tentu saja denyut nadi perekonomian masyarakat semakin tampak.

Lalu untuk menstabilkan harga yang kian anjlok, benarkah hak paten atau identitas  Sereh wangi dapat menjadi solusi?

Menjawab hal ini, Agusnadi, pemerhati sekaligus Sekjen DPP AMPERA INDONESIA (Amanah Masyarakat Pres Nusantara Indonesia) yg berkantor pusat di Kota Medan berpendapat, bahwa  hak paten akan dapat menstabilkan harga bagi komuditi Minyak Sere di Kabupaten Gayo Lues, sekaligus  juga dapat menjadi  potensi sumber  pemasukan PAD bagi Kabupaten tersebut kedepan. Maka  Pemerintah setempat perlu mendorong Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM) itu, untuk melakukan berbagai inovasi dengan bahan baku Minyak sere wangi, sehingga melahirkan bermacam  produk berkualitas yang instan dan siap saji.

 

       minyak Angin Sere, salah satu produk obat kesehatan yang berbahan baku Minyak Sere. foto Ist

 

Agus Optimis, dengan adanya hal tersebut, harga minyak Sere Wangi dapat ditingkatkan dan stabil kedepan.

“Nanti, pengelola-pengelola dapat membeli Minyak sere wangi dari petani senilai 200 hingga 250 ribu rupiah. Selain minyak yang dapat dijadikan berbagi produk, limbah sereh wangi juga dapat diolah menjadi pakan ternak,” jelas Agusnadi, kepada awak media ini,, Senin pagi (19/08/19).

Anjloknya harga minyak sere wangi, lanjut Agusnadi, juga diperngaruhi oleh daya tampung yang sebatas lokal atau belum menjamah ke arah ekspor keluar negeri. 

“Seharusnya, kita berharap ada eksportir lokal yang mau berpikir meng-ekspor sendiri, tapi pihak yang memiliki kapasitas perlu bertindak dan melakukan lobi ke pada patner yang ada,” saranya.

Agus tidak menafikan sejumlah kendala yang masih mengganjal, berkaitan dengan sektor eskpor komuditi tersebut, namun, bukan berarti harus berbangku tangan semata, tapi harus dilakukan usaha dan upaya.

“Eksportir harus melengkapi izin ISO majmem mutu, ISO lingkungan yang untuk dapat melakukan eksfortir dan mungkin banyak lagi yang harus dilengkapi, oleh sebab itu peran pemerintah menjadi faktor utama agar harapan tersebut dapat terujud,” imbuhnya lagi.

Disisi lain, Agus juga mengharapkan agar kontrol optimal dilakukan oleh pemeirntah gunamencegah praktek monopoli bisnis, yang akhirnya petani kembali jadi korban. 

Agus menyebutkan, Kualitas Minyak Sere Gayo Lues jauh lebih baik dari kualitas rata rata Minyak Sere dari Kabupaten lain di Aceh, dimana Minyak sere dari dataran Gayo itu memiliki kadar 45 persen UP sedangkan di daerah lain hanya 40 persen UP.

anjloknya harga jual Minyak Sere di Gayo Lues, menurut Agus, bukan murni akibat pasar, tapi ada dugaan ada pihak yang sedang bermain , sebab sebelumnya pernah bantu oleh LSM SMANGAT  dengan program SCACP dan PIKR yang bermitra dengan IOM di tahun 2016-2019 yg sekarang berdomisili di Kabupaten Gayo Lues ini. tapi saat ini tiba tiba harga tersebut anjlok, tentu hal tersebut menjadi pertanyaan besar, siapa yang sedang bermain ?, 

Sebab, Sebelumya, harga minyak sere wangi Gayo Lues sempat melonjak dengan harga 300 ribu lebih. Namun, akhir-akhir ini, harga minyak tanaman andalan petani Gayo Lues itu terus menurun hingga di harga 150 ribu rupiah.

Agusnadi Beerharap,  Pemerintah setempat turuntangan dan segera membentuk badan pendidikan, pelatihan dan pengembangan industri sumber daya alam hayati itu, sebelum kehancuran yang lebih besar dialami petani dan akhirnya produksi Minyak sere Gayo Lues punah.

“Ini komuditi andalan daerah, jika tidak dijaga dan dibina secara optimal, maka kepunahan tidak mustahil terjadi,” demikian pungkas Agus. (Abu Bakri).

Show More

Related Articles

Back to top button
Close