DaerahNasionalRagamSumateraSUMUT

Sungai Sei Batang Serangan Tercemar, Dinas LH Langkat Kirim Sampel Air ke Laboratorium

BeritaNasional.ID, Langkat – Sungai Sei Batang Serangan tercemar, dan menyebabkan Ikan bermabukan serta mati. Air sungai juga tidak dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan mandi, mencuci hingga untuk kebutuhan masak dan minum.

Hal ini sangat dirasakan oleh beberapa desa di Tanjung Pura, Langkat, Sumut, yang sebelumnya memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Diantaranya bagi warga di Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat.

Menurut Arusman, kepada beritanasional.id, Selasa,(30/3/2021) selaku kepala Desa Pematang Cengal mengatakan, sudah 3 hari warganya yang berada dibantaran sungai tidak dapat memanfaatkan air Sungai Sei Batang Serangan untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan kebutuhan memasak.

“Untuk sementara, warga kami mengambil air dari sumur bor yang ada di desa, dengan cara melangsir air dari sumber air menuju dikediaman mereka masing-masing. Minggu pagi semalam air sungai yang tercemar dan berlumpur itu sampai disini, bahkan hingga saat ini masih berlumpur,” sebut Arusman.

Ia juga mengatakan, dampak air sungai berlumpur banyak pembudidaya ikan mengunakan keramba, ikanya pada bermabukan dan mati. Para nelayan keesokan harinya mencari ikan di sungai, juga sudah tidak mendapatkan hasil tangkapannya lagi, dan itu disebabkan ikan yang ada di sungai sudah tidak ada lagi, karena pada bermatian, sebutnya.

Informasi dirangkum beritanasional.id, dari warga yang berada di daerah bagian Hulu Sungai Sei Batang Serangan, menyebutkan, air sungai yang keruh dan berlumpur bukan dari limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Namun air sungai itu tercemar murni akibat lumpur.

Menurut beberapa Tour Guide (pemandu wisata) di Objek Wisata Tangkahan, di Kecamatan Batang Serangan, menyebutkan, diduga kuat telah terjadi longsoran besar dan panjang pada tanah diatas perbukitan hutan TNGL. Dan tanah yang longsor itu turun lebih banyak lumpur dari pada airnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat, Drs. Iskandar Zulkarnain Tarigan M.Si, melalui Kabid Pengendalian dan Pencemaran Lingkungan Hidup Langkat, Hemat Simbolon mengatakan, pihaknya sudah mengambil sampel air dari Sungai Sei Batang Serangan, di Kecamatan Batang Serangan, pada hari Sabtu dikejadian waktu itu juga. Hasil sampel air itu sudah dikirimkan pada hari Senin semalam, ke Lab (Laboratorium) Sucofindo di Medan.

“Hari Sabtu dan Minggu libur perkantoran disana, jadi air sampel dari sungai yang tercemar itu sudah kita bawa ke Lab di Medan pada Senin semalamnya,” sebut Hemat Simbolon. Terkait apakah adanya pencemaran sungai diakibatkan limbah PKS, pihaknya mengatakan kuat bukan akibat limbah PKS.

Kemungkinan besar, aIr sungai Sei Batang Serangan itu keruh dan berlumpur, diakibatkan terjadinya longsoran tanah. Tidak mungkin hanya beberapa kolam limbah PKS yang dibuang ke sungai, namun kekeruhan air Sungai Sei Batang Serangan yang mengalir terus sampai saat ini masih keruh dan berlumpur,” ungkap Hemat Simbolon, seraya mengatakan, namun untuk hasil jelasnya, kita tunggu saja nanti hasil dari Lab nya, setelah 14 hari dari awal diantarnya barang bukti sampel air sungai yang tercemar. (Reza)

 Save as PDF

Show More

Related Articles

Back to top button