DaerahJawa TimurRagamSitubondo

Desa di Situbondo Raih Penghargaan Desa Tangguh Bencana dari Pemprov Jatim

BeritaNasional.ID , SITUBONDO – Bertepatan dengan HUT JATIM ke- 75 , tepatnya tanggal 12 oktober 2020 Gubenur Jawa Timur memberikan penghargaan kepada Desa Tlogosari, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo sebagai desa tangguh bencana karena dianggap memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi menghadapi potensi ancaman bencana.

Penghargaan DESTANA (Desa Tangguh Bencana ) untuk Desa Tlogosari diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa kepada Bupati Situbondo yang diwakili oleh SEKDA Situbondo Syaifullah bertempat di Gedung Grahadi Surabaya.

“Selamat kepada Desa Tlogosari Kecamatan Sunbermalang, Kabupaten Situbondo sebagai Desa Tangguh Bencana Kategori Ptatama, pertahankan terus prestasi ini,”Pesan Gubenur Khofifah.

Dikonfirmasi secara terpisah Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Situbondo
Gatot Trikorawan mengaku bersyukur karena Desa Tlogosari Kecamatan Sumbermalang masuk sebagai Desa terbaik tangguh Bencana kategori Pratama tingkat Provinsi JATIM.

“Presrasi ini patut kita syukuri dimana salah satu desa di kabupaten Kita meraih penghargaan Desa Tangguh Bencana, yaitu sebuah desa yang memiliki suatu fokus tujuan meningkatkan pengetahuan dan penanganan penangulangan bencana secara mandiri,” Ucap Gatot Rabu 14/10/2020.

Ditahun 2020 sendiri, ada dua desa yang mengikuti pelatihan dari BPBD kabupaten Situbondo yaitu Desa Tlogosari Kecamatan Sumbermalang dan Desa Sumber Kolak Kecamatan Panarukan dengan anggaran dari APBD Provinsi Jatim.

“Tahun ini dua Desa itu yang kami bina menjadi Desa Tangguh Bencana, kalau yang tahun 2019 ada desa yaitu Desa Sumber, Semiring, Klatakan, Baderan dan Kalianget, alhamdulilah Partisipasi warga setempat sangat baik , mereka terlibat dalam setiap pelatihan yang kami berikan sehingga dideklarasikan sebagai Desa Tangguh Bencana,”Ungkapnya.

Ia menambahkan, Desa Tlogosari yang letaknya di atas pegunungan memiliki potensi bencana longsor, sehingga perlu dibentuk lembaga dan regulasi kesiapsiagaan dalam mengantisipasi resiko dan penanganan bencana, antara lain adanya relawan bencana yang terdiri atas warga setempat serta Forum Pengurangan Risiko Bencana yang beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat. 

“Dengan perencanaan dan tata tertib serta penganggaran secara mandiri oleh desa untuk menghadapi potensi bencana tentu dengan tetap memanfaatkan kearifan lokal sebagai bagian dari proses mitigasi bencana,” Ujar Gatot lebih lanjut.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close