ACEHDaerahRagam

Kuliah Umum di Diskusi KEK Barsela, Pemerintah Derah Diminta Proaktif

Beritanasional.id, Meulaboh – Fakultas Ekonomi Universitas Teuku Umar (UTU) melaksanakan diskusi tentang Kawasan Ekonomi Khusus Barat Selatan Aceh (KEK Barsela). Diskusi tersebut dirangkai dalam bentuk kuliah umum yang dilaksanakan di Aula utama kampus Universitas Teuku Umar di Alue Penyareng- Aceh Barat, Senin (26/8/12).

Hadir sebagai pemateri  Prof. Dr.lic.rer.reg. Sirojuzilam Hasyim, Guru Besar Ekonomi Regional Universitas Sumatera Utara. Kuliah umum semester ganjil 2019/2020 ini mengangkat tema.

“Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Di Wilayah Barat Selatan Aceh Dalam Bidang Agro and Marine Industry”.

Affandi, SE,M.Si selaku Ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan kuliah umum  itu bertujuan untuk merangsang semangat mahasiswa dalam memulai perkuliahan melalui topik diskusi yang menarik serta menambah wawasan dan sudut pandang baru bagi civitas ekedemika Fakultas Ekonomi terhadap isu dan fenomena ekonomi yang sedang berkembang di level nasional maupun di tingkat daerah. Sejak beberapa bulan tetakhir isu tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) barsela telah menjadi perbincangan hangat di tingkat para pemangku kepentingan di sejumlah kabupaten/ Kota di wilayah barat selatan Aceh. Bahkan, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah juga pernah menyinggung hal tersebut, bahwa KEK Barsela termasuk dalam prioritas nasional. 

Prof. Dr.lic.rer.reg Sirojuzilam Hasyim, selaku pemateri menjabarkan enam item akan berdampak poistif dari pengembangan kawasan ekonomi khusus kepada masyarakat Barat selatan.

Yakni,  peningkatan investasi, Penyerapan tenaga kerja, Penerimaan devisa, Keunggulan kompetitif produk ekspor, Meningkatkan pemanfaatan sumberdaya lokal, pelayanan, dan kapital bagi peningkatan ekspor. Yang terakhir disebutnya bakal mendorong terjadinya peningkatan kualitas SDM melalui transfer of technology.

“Bila KEK dapat sukses dan terealisasi ada sejumlah hal positif yang dapat mendorong ekonomi masyarakat di lintas ini, semoga harapan tersebut terwujud,” harapnya.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Sumatera Utara ini juga merincikan bahwa pengembangan kawasan ekonomi Khusus harus bercirikan Pada reasonable (layak secara ekonomi, sosial dan politik). Sustainable,(erorientasi jangka panjang) dan Measurable  (Jelas dalam  instrumen dan target). 

Sementara Dekan Fakultas Ekonomi UTU, Dr T Zulham SE,M.Si selaku keynote speaker mengatakan bahwa untuk menyongsong kehadiran KEK Barsela, Pemerintah daerah perlu melakukan penyediaan dan peningkatan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan tenaga kerja di Kawasan Ekonomi Khusus tersebut.  Selain itu, Perbaikan dan penambahan infrastruktur yang relevan dan  sesuai dengan standar kawasan ekonomi khusus, perlu diwujudkan dalam wilayah Bersela khususnya di pusat Kawasam Ekonomi Khusus yang ditetapkan. Agar perencanaan KEK menjadi lebih maksimal.

“Perlu diadakan  Studi Kelayakan secara kajian akademis dengan pendekatan multidisiplin ilmu,” ujarnya.  

Kegiatan kuliah umum tersebut berlangsung sangat meriah dan dihadiri oleh bebagai kalangan seperti mahasiswa, dosen, dunia usaha, perbankan serta perwakilan dari unsur Pemerintah daerah. (Azhari/Alan)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close