DaerahJawa TimurRagamSitubondoSosial

Warga Demo Masak Di rumah Pak RT, Keluhkan Beras Bantuan Dampak Covid-19 Tak Layak Dikonsumsi

aksi protes warga tolak beras bantuan dengan menggelar demo masak di rumah pak RT,

BeritaNasional.ID , SITUBONDO – Sebanyak 67 warga RW 12 mendatangi rumah ketua RT 3 kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji, keluhkan kualitas beras bantuan dari Kemensos melalui program Bantuan Sosial Beras (BSB) yang disalurkan oleh Bulog untuk masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Situbondo yang berkualitas buruk. Minggu 18/10/2020.

Menurut salah satu warga, beras yang mereka terima dikantongnya tidak tercantum kualitas beras, setelah dibuka beras berbau apek sehingga tidak layak dikonsumsi, bahkan saat akan dijual untuk ditukar dengan beras layak konsumsi, beras bantuan tersebut hanya di hargai Rp 5.000 oleh pembeli.

“Kami sengaja membawa beras utuh masih jahitan dan alat – alat masak kerumah pak RT dan kita masak beras bantuan tersebut bersama agar pemerintah itu tahu bagaimana kualitas beras yang orang miskin terima, ketika sudah kami masakpun,nasinya masih terasa sepat dan berbau”Ucap Ismurtiana mewakili warga lainnya.

Sejumlah warga juga mempertanyakan bantuan sosial terkait pandemi covid-19 dimana bagi penerima bantuan PKH menerima beras 15 kg selama tiga bulan dengan kualitas buruk sedangkan non penerima PKH mendapat bantuan sosial tunai sebesar Rp 500 ribu terkait pamdemi Covid-19.

“kenapa kami warga miskin yang sudah terdaftar sebagai penerima PKH mendapatkan bantuan beras dengan kualitas tidak layak seperti ini, sementara bantuan lainnya malah berupa bantuan uang tunai, jika di rupiahkan beras yang kami terima sangat jauh dari harga beras premium yang ada di pasaran,”Lanjut warga lainnya.

Ketua RT 3 RW 12 Kelurahan Mimbaan H.Hari Trianto mengatakan keluhan warga tersebut sudah dilaporkan terhadap perangkat kelurahan, bahkan ada beberapa perangkat kelurahan yang datang langsung menyaksikan protes warga dengan demo masak beras bantuan tersebut di rumahnya.

“Keluhan warga itu seputar kualitas beras yang berbau apek dan saat di masak bukan menjadi nasi kalau nasi kan ada lengketnya ini tetap terurai seperti beras, yang kedua warga menuntut beras bantuan tersebut di cabut kembali atau diganti kelebihan dengan harga sesuai harga beras premium di pasaran, selisihnya menurut warga sekitar Rp 6.000/kg,”Jelas H.Hari ketua RT 3.

Dari data yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Situbondo sebanyak 39.795 Keluarga Penerima Mamfaat (KPM) peserta Program Keluarga Harapan ( PKH) atau sekitar hamper 597 Ton beras dikucurkan untuk penerima bantuan sosial sosial dari Kementrian Sosial Republik Indonesi tahun 2020 di Kabupaten Situbondo

Sebagian warga penerima menduga beras tersebut merupakan stok lama yang baru diberikan pada warga. Bahkan sebagian warga lainnya juga menuding pihak Pendamping PKH sudah mengetahui beras yang dibagikan berkualitsa buruk namun memilih diam tidak menolak.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close