DaerahHukum & KriminalSUMUT

Ayam, Pisang Sampai Tabung Gas Orang Berhilangan. Gara-gara Buat Modal CK Nyabu di Cengkeh Turi

BeritaNasional.ID, Binjai – Angka kasus pencurian di wilayah hukum Binjai Utara terus meningkat. Mulai dari ayam, pisang, sampai tabung gas orang habis berhilangan disikat maling. Uangnya apalagi kalau bukan buat CK (cari kawan) untuk modal membeli narkoba jenis sabu di salah satu lorong rumah penduduk di Jalan Yos Sudarso, Kel. Cengkeh Turi, Kec. Binjai Utara.

Keberadaan lorong yang disebut-sebut sebagai tempat bertransaksi narkoba jenis sabu tersebut, selama ini memang sudah cukup meresahkan. Karena sejak ada bisnis narkoba di lorong tersebut, banyak muncul maling-maling kelas teri yang bergentayangan setiap malam di kampung-kampung.

“Kampung kami sekarang udah gak aman bang. Dulu musim bunga, habis bunga orang berhilangan, kalo sekarang tabung gas orang, ayam di kandang sampai pisang masih di pokok pun habis dicuri maling,” kata warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (14/1/2022) siang.

Setelah beberapa kali sempat di amankan, rata-rata maling yang ditangkap mengaku kalau uangnya dipakai untuk modal menyabu di lorong tersebut. Terakhir adalah maling pisang yang beraksi di Kebun Lada.

“Kami sangat berharap kepada bapak kepolisian untuk menangkap bandar sabu di tempat itu. Karena yang beli sabu disitu bukannnya orang kaya tapi orang miskin yang sok-sokan pakai narkoba. Karena dia tak punya duit jadi barang-barang di rumah kami yang disikatnya untuk beli sabu di tempat itu,” ucapnya.

Pantauan di lokasi, kalau diperhatikanĀ  lorong tersebut tampak seperti biasa saja. Dan tidak ada terlihat aktivitas mencurigakan. Hanya saja, kalau diperhatikan secara seksama bisa dilihat ada beberapa penjaga yang berjaga-jaga di depan lorong tersebut. Mereka mengawasi orang asing yang mau masuk ke lorong tersebut.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Binjai, AKP Firman Immanuel Perangin-angin saat dikonfirmasi berjanji akan menindak lanjuti.

“Biar ku cek dulu ya kawan,” tegasnya. (bay)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button