Daerah

Menanggapi Persoalan Sengketa Lahan, Bupati Haltim: Panas Dingin Ini Cuman Fitnah

BeritaNasioanal.ID, Haltim-Solidaritas Masyarakat Dan Pemuda Adat Suku Tobelo Boeng yang tergabung dalam dua Desa. Minamin dan Saolat Kecamatan Wasile Selatan Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, kembali menggelar aksi dengan blokade jalan lintas Haltim menuju Ibu Kota Provinsi. Rabu (18/8/2020). Masa aksi meminta Bupati Haltim agar secepatnya menyelesaikan sengketa lahan adat yang diduga sudah dicaplok oleh PT. WBN

Hearing terbuka Bupati Haltim, Ir.Muh Din dicecar sembilan tuntutan masa aksi hingga 1 jam.

Muh Din menanggapi dengan santai ia mengatakan ini cuman fitnah biasa menjelang pilkada jadi musim demo, “sekali lagi musim demo, ada yang memprovokasi masyarakat bahkan ada juga yang menginginkan tidak aman,”kata Muh Din dihadapan masa aksi.

Muh Din menambahkan soal masalah tampal batas, saat ini Polres Halamhera Timur sudah melakukan penyelidikan datanya sudah masuk ke Polres, “jadi ini cuman fitnah,”tambah Ir.Muh Din.

Muh Din melanjutkan sudah 20 tahun dirinya terus menerus difitnah jadi sudah kenyang dengan fitnah.

Sementara orator perempuan, Yuli Pihang, membantah ini bukan persoalan fitnah mengfitnah, “ini bukan persoalan pemilu, melainkan pencaplokan tanah, ini persoalan kehadiran investasi yang merusak tatanan kehidupan masyarakat adat,” ungkapnya.

“Seharusnya kehadiran Bupati ditengah-tengah masyarakat saat ini bukan mencurahkan soal fitnah memfitnah atau situs pilkada saat ini karena kami tidak membutuhkan repsentase itu,” tegas Yuli saat berhadapan dengan Bupati.

Lebih lanjut Yuli mengatakan kehadiran massa aksi saat ini membawai masyarakat adat suku tobole dalam Ake Jirah dan suku Tobelo Boeng Wasile yang saat ditengah-tengah ancaman korporat asing dimana pemerintah daerah turut meligitimasi kepentingan asing.

Untuk diketahui, Aksi pemboikotan itu dengan memasang tenda di tengah badan jalan, menuai macet pengunaan jalan umum lintas Halamhera Timur, hingga mencapai ratusan meter antrian kendaraan baik roda empat dan dua.(Ichy)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close