ACEHPolitikRagam

Dewan Minta Bupati Segera Keluarkan Regulasi Penggunaan Dana Desa Untuk Corona

image_pdf

Beritanasional.Id, Kota Jantho– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Iskandar Ali, S.Pd, mengharapkan agar Pemerintah setempat segera mengeluarkan aturan turunan dari Instruksi Pemerintah pusat terkait penggunaan Dana Desa (DD) untuk mendukung pencegahan ancaman Covid-19 yang sedang melanda.

“Saya berharap Pemerintah daerah segera mengeluarkan regulasi turunan dari insteruksi pemerintah pusat dalam soal penggunaan Dana Desa untuk penaganan pencegahan Covid -19 ini, supaya dengan adanya regulasi tersebut para pemerintah gampong dapat mengeksekusi dana tersebut dan mempergunakannya sesuai dengan kebutuhan pada saat ini,” kata Iskandar Ali, kepada media ini di Kota Jantho, Kamis sore tadi.

Lebih lanjut, Iskandar Ali menyebutkan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap upaya pencegahan virus mematikan itu, secara pribadi dirinya juga telah berkomitmen untuk menyisihkan sebesar 50 persen gajinya akan disumbangkan kepada PMI setempat untuk dipergunakan dalam rangka penaganan pencegahan penyakit yang sedang mengancam dunia itu.

“Secara pribadi separuh gaji saya selama tiga bulan ini akan saya sumbangkan untuk membantuk aktivitas penanganan ancaman Covid-19 ini terhitung sejak bulan Maret ini,” sebutnya.

Kecuali itu, sambungya, seluruh Anggota DPRK Aceh Besar mulai Senin, depan akan turun ke Lapangan untuk memantau proses penanganan dan pencegahan wabah tersebut, sembari menyirapi keluhan di Masyarakat dalam menghadapi situasi ancaman Virus Corona ini.

Pada kesempatan tersebut ia juga berpesan kepada seluruh leading sektor untuk dapat menjalankan tugas masing masing sesuai dengan fungsinya dan kepada masyarakat untuk dapat mematuhi berbagai insteruksi yang disampaikan oleh pemerintah, terutama dalam soal menjaga diri dari potensi tertularnya virus mematikan itu.

“Mulai Senin depan seluruh Anggota Dewan Aceh Besar akan turun ke lapangan untuk memantau proses penaganan yang telah dan sedang dilakukan dan kepada masyarakat saya harap tetap patuh atas semua aturan dan insteruksi pemerintah yang telah dikeluarkan,” demikian Pesan Iskandar Ali.

Kadin Aceh Diharapkan Peka dengan Keluhan Masyarakat

Masih di tempat yang sama, di Ruang Kerja Ketua DPRK Aceh Besar, Wakil Ketua DPRK Bakhtiar, ST mendesak Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) di Provinsi Aceh agar peka dengan keluhan masyarakat akhir akhir ini, dimana sejumlah bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat mulai terancam kosong dipasaran dan harga meroket, salah satunya adalah gula pasir.

Harga gula pasir dipengencer di Aceh saat ini mencapai Rp 25 ribu perkilogram. Seharusnya Kadin Aceh dapat mengambil tindakan tertentu dalam suasana seperti ini. Sebab, selain harga yang melambung tinggi terhadap bahan pokok tersebut, peredaran di pasaran juga langka, sementara masyarakat dalam kondisi ambruk mata pencahariannya akibat harus berdiam diri di rumah.

“Akibat ancaman Corona ini yang paling kita khawatirkan adalah akredasi ekonomi, seharusnya Kadin Aceh dapat segera mengambil sikap dan tidak membiarkan hal itu terjadi, mengingat kondisi masyatakat dalam posisi terjepit, karena terhenti kegiatan sumber ekonominya saat ini,” kata Bakhtiar yang diiyakan oleh sejumlah anggota DPRK Aceh Besar yang ada di Ruang Ketua DPRK itu.

Bahkan, Bahktiar menyarankan agar Kadin dapat memborong sejumlah bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat guna menjamin kebutuhan yang diperlukan selama situasi Lockdown ini betlangsung.

“Bila perlu sejumlah Bahan pokok yang dibutuhkan Masyarakat dapat dijamin oleh Kadin, supaya masyarakat tidak bertambah panik,” harapnya.

Sementara Pemkab Aceh Besar yang dikonfirmasi melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Besar, Iskandar, mengakui saat ini sedang mengalami masalah dijenis bahan pokok Gula, sementara untuk stok Beras dipastikan masih mencukupi stok hingga enam bulan ke depan.

Kecuali Gula, Bahan pokok yang mulai agak menipis juga terpantau pada ketersediaan telur ayam dan minyak makan, sebab ada masalah pada pasokan dari medan sempat terkendala.

“Untuk stok beras kita masih mencukupi hingga enam bulan kedepan, tapi gula sedang langka dan telor serta minyak goreng, semoga segera ada solusi supaya proses pemasokan dari Medan lancar,” ujar Sekda Iskandar. (Alan)

Author: Dahlan Alan

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close