Ragam

Raih Keberkahan, Guru MI DDI Manding Sambangi Kakek Berusia 100 Tahun

image_pdf

Polman.Sulbar.Berita Nasional.ID  — Raih keberkahan di bulan suci Ramadan, Guru-guru Madrasah Ibtidayah (MI) DDI Manding sambangi seorang kakek berusia seratus tahun. Kamis, 30 Mei.

Guru-guru MI DDI Manding bersama dengan pengawas Pendidikan Agama Islam (PAIS) Muh Yusuf mengerjakan amaliah Ramadan dengan mengunjungi seorang kakek bernama Teke (100) yang hidup dalam sebuh gubuk kecil. Teke yang dikenal tetangga dengan sebutan Ambo ini sudah lama tinggal seorang diri, diusianya yang sudah senja ia tak lagi bisa berjalan bahkan untuk bangun dari tikar tempatnya berbaring butuh beberapa menit.

Kondisi ini membuat beberapa guru MI Manding dan Pengawas PAIS Kemenag Polman wilayah Tapango dan Wonomulyo mengunjungi Teke. Muh Yusuf menyampaikan Teke selama ini tinggal seorang diri dan jarang dikunjungi oleh anaknya karena jarak tempat tinggalnya yang jauh.

“Dalam rangka meningkatkan Amaliah Ramadan serta melakukan aktivitas tablig secara Istan” terang Muh Yusuf yang juga merupakan ketua KKG guru Agama Kecamatan Tapango.

Lanjutnya, kegiatan ini merupakan petunjuk Kepala Kantor Kementerian Agama Polewali Mandar Agar senantiasa meningkatkan Kepedulian terhadap Umat.

Kegiatan ini juga merupakan rangkaian silaturrahmi yang dilakukan guru MI DDI Manding ke masyarakat di sekitar lingkungan sekolah. Salah satu guru MI DDI Manding, Rosmiah mengajak kepada teman-teman guru memanfaatkan libur Ramadan sebagai momen silaturahmi sekaligus sebagai tablig kepada masyarakat terutama dilingkungan sekitar.

Muh Yusuf mengajak para guru agama agar senantiasa meningkatkan silaturrahmi ke masyarakat agar dapat meningkatkan ukhuwah islamiyah. tandasnya.

Suryani (20) putri Kakek Teke ini membenarkan ia tinggal terpisah dengan bapaknya karena ia ikut dengan suaminya yang bekerja sebagai nelayan dan anaknya juga sudah bersekolah disana sehingga jarang datang. Ia juga menyampaikan jika ibunya merupakan istri ketiga dari bapaknya dan ibunya sudah lama meninggal.

“yang sering bawakan makanan ini tante saya yang tinggal tidak jauh dari sini, bapaku ini juga sudah merasa nyaman tinggal dirumahnya sendiri” ujar Suryani.

Ia juga menuturkan bapaknya sudah ber KTP Manding namun belum memiliki kartu jaminan kesehatan, sementara untuk bantuan raskin juga barusan lagi dapat.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close