Wartawan BeritaNasional.ID Terdaftar Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
Hukum & Kriminal

Dipersidangan PN Polewali Tahanan Kasus Narkoba Akui Terima Kekerasan Fisik Di Lapas Polman

Gunakan sabu dalam blok tahanan , saksi pembinaan efek jera

image_pdf

Polman Sulbar .Berita Nasional.ID –– Ihm ( 37) Tahana titipan dalam kasus narkotika jenis Sabu – sabu , asal desa Kurma kec Mapilli kab Polman Prov Sulbar memasuki ruangan sidang Pengadilan Negri (PN) Polewali , pada sidang pertamanya ( Dakwaan) Ilh terpaksa harus dipapah oleh petugas Kejaksaan Negri Polman karena kondisi fisik yang lagi sakit.

Ihm tahanan kasus Narkoba saat mendapatkan perwatan dari medis diruangan Mediasi Humas PN (foto Bernas)

Dalam proses persidangan Ilh dihadapan majelis Hakim yang diketuai oleh Heriyanti SH.M.Hum , mengungkapkan , jika dirinya mengalami kekerasan fisik didalam Lembaga Pemasyarakat kelas Ii B Polman , karena melanggar Tatib dan luka bundar berlubang pada punggung kirinya yang ditunjukkan kepada majelis Hakim merupakan Bisul dan tak kunjung sembuh karena penyakit Diabetes yang dialaminya .

” Luka dipunggung karena Bisul yang mulia , yang lebam dan kaki sakit karena bekas dipukul pakai selang ” ungkap Ilh saat dalam persidangan di PN , jalan Mr Muh Yamin Pekkabata , Polewali , 25 Februari .

Sebelum persidangan pihak PN Polewali memberikan perawatan terhadap Ilh yang kondisinya lemah karena hanya berbaring dalam sel tahanan PN sebelum sidang dimulai , Ketua PN Polewali Heriyanti saat dimintai klarifikasi oleh media mengatakan ” Yang bersangkutan adalah tahanan Majelis Hakim , kami hanya ingin memastikan sebelum mengikuti sidang harus dalam keadaan sehat karena jika sakit PN ikut bertanggungjawab untuk memberikan pengobatan yang maksimal dalam batas kemanusiaan “, jelas Heriyanti .

Kalapas Polman saat ditemui oleh media diruangan kerjanya (foto Bernas)

Secara terpisah Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Polman , Haryoto Bclp yang ditemui diruang kerjanya di kantor Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Polman , jalan Elang Pekkabata Kel Pekkabata mengatakan ” Yang namanya Lapas , Rumah Tahanan pembinaan harus jelas dan tidak ada pembinaan yang sempurna kecuali Allah Swt yang punya ciptaan , pembinaan bukan tanpa alasan , pembinaan khusus terhadap ilh dikarenakan melanggar tatib yang bersangkutan terbukti positif telah menggunakan sabu dalam sel tahanan namun tidak mengakui perbuatannya ,jelas Haryoto .

” kecurigaan terhadap tingkah yang bersangkutan , melihat tingkahnya aneh maka kami panggil secara baik – baik , kami integorasi tapi tidak mengaku maka kami lakukan tes urine dan dinyatakan positif, dari hasil tes urine yang bersangkutan akhirnya mengakui telah menggunakan sabu 1 paket dalam blok tahanan , dan sistemnya kita memberikan sanksi sosial dimana jika salah satu melanggar tatib maka 1 blok kami tutup , dalam 1 blok terdapat 3 kamar , jadi 1 blok ini kami tutup tujuannya agar supaya ada efek jera , pembinaan Rohani , pembinaan sosial jangan sampai hilang ,karena memang ada orang yang tipeloginya bebal selalu ingin coba – coba, yang bersangkutan ingin coba sehingga secara otomatis temannya yang lain ini tidak ingin diblok sehingga terjadilah pemukulan, dan kepada yang bersangkutan kami akan memberikan perawatan kesehatan karena kami juga memiliki tim medis jelas Haryoto .

Haryoto juga juga mengatakan Narkoba adalah persoalan yang
tidak bisa ditelolir ,Lapas Kelas II B Polman salah satu Lapas yang tidak bisa mentolelir Narkoba karena kita mendukung program pemerintah P4GN ,jangan sampai narkoba masuk dalam Lapas , Lapas Polman saat ini beda dengan Lapas yang dulu , sekarang Lapas Polman seperti pondok pesantren kami bekerja sama dengan yayasan Almuttaqin Polewali dengan program Fishabilillah , agar mereka yang akan kembali kemasyarakat dapat berperan aktif dapat diterima oleh masyarakat salah satu cara dengan jalan agama kalau ada cara lain , cara agama harus nomor 1 , Tegas Haryoto.

Laporan : Yuni

Show More

Related Articles

Back to top button
Close