TNI Dan Polri

Lanud Soewondo Laksanakan Apel Khusus Halal Bihalal Idul Fitri 1440 H

image_pdf

BeritaNasional.ID Medan – Segenap personel Lanud Soewondo baik Militer maupun Pegawai Negeri Sipil mengikuti Apel Khusus Halal Bihalal Idul Fitri 1440 Hijriah yang dilaksanakan di apron Charlie Lanud Soewondo. Senin (10/6/2019).

Komandan Lanud Soewondo Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey selaku pimpinan apel pada kesempatan tersebut membacakan sambutan dari Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. yang dalam Sambutannya menyampaikan, atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh pimpinan TNI Angkatan Udara, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah kepada seluruh keluarga besar TNI Angkatan Udara yang beragama Islam di mana pun berada. Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Semoga Puasa dan amal-amal Ibadah kita selama bulan Ramadhan 1440 Hijriah diterima oleh Allah SWT.

Kasau juga mengatakan bahwa, bagi umat Islam, hakikat Idul Fitri adalah kembali dalam kesucian. Kesucian tersebut bisa terwujud melalui dua tahapan. Pertama adalah dengan menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan, sebagai wujud loyalitas atas perintah Tuhan. Berikutnya adalah dengan merajut kembali tali silaturahmi dan saling maaf-memaafkan, sebagai wujud integritas moral antar sesama, antar kawan seperjuangan, sebangsa dan setanah-air. Maka esensi kesucian Idul Fitri telah menyandingkan hubungan Manusia dan Tuhan, serta hubungan antar manusia, dalam strata yang sama. Kesucian akhlak seorang Muslim tidak akan terwujud dengan meninggalkan salah satunya. Menjaga persaudaraan dengan sesama adalah sama pentingnya dengan keteguhan keimanan kepada Tuhan. Untuk itu, marilah kita saling memaafkan dan mari kita rajut kembali tali persaudaraan, agar kita semua kembali dalam kesucian.

Periode Ibadah selama bulan Ramadhan, yang diakhiri perayaan Idul Fitri, adalah momen kontemplasi dan internalisasi budi pekerti luhur dalam nilai-nilai Islam. Namun, banyak edukasi universal yang dapat dipetik untuk meningkatkan kinerja TNI Angkatan Udara. Puasa Ramadhan adalah implementasi dari 11 Azas Kepemimpinan TNI, Yaitu “Taqwa”. Ibadah Puasa Ramadhan juga merupakan manifestasi azas “Ing Ngarso Sung Tulodho”, karena insan Muslim TNI Angkatan Udara yang berpuasa memberi teladan kepada keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia. Sedangkan, Perayaan Idul Fitri adalah implementasi sifat “Satya dan Legowo”, yaitu loyal kepada sesama bahkan bawahan, dengan saling memaafkan tanpa melihat status jabatan dan status sosial.

Selanjutnya Kasau menyampaikan bahwa, di era revolusi industri 4.0 seperti sekarang, kita menghadapi tantangan besar dalam membina persaudaraan dan persatuan kebangsaan. Dunia fisik telah terintegrasi dengan sistem virtual dan jaringan digital telah mampu merekatkan yang jauh, namun justru sering menjauhkan yang dekat. Hubungan silaturahmi, ucapan maaf, yang pada masa lalu dikukuhkan dengan kehadiran fisik dan jabat tangan, kini sering terjadi melalui layar digital. Maka, marilah kita introspeksi diri dan menggali lagi kontekstual nilai-nilai silaturahmi yang sejati, di tengah disrupsi sosial akibat perkembangan teknologi. Revolusi industri 4.0 telah memberikan kemudahan bagi kehidupan kita sehari-hari, namun saya berharap jangan sampai menjauhkan yang dekat, di lingkungan organisasi ataupun keluarga. Ingatlah, silaturahmi secara fisik tetap menjadi basis hubungan sosial di lingkungan TNI Angkatan Udara.

Momen perayaan Idul Fitri tahun ini berlangsung ketika TNI Angkatan Udara sedang menutup rencana pembangunan strategis tahun 2015-2019. Kita perlu menjadikan momen Idul Fitri sebagai spirit agar kita dapat bekerja dengan lebih profesional, militan dan inovatif, sehingga program kerja TNI Angkatan Udara tercapai secara optimal. Mari kita hapus segala perbedaan dan kembali membangun Team Work untuk melayani dan membangun TNI Angkatan Udara tercinta. Service Before Self. Selalu prioritaskan kepentingan organisasi di atas urusan pribadi. Kita masih harus mengejar ketertinggalan program pembangunan Kekuatan Pokok Minimum atau MEF yang akan berakhir tahun 2024. Dengan kesucian hati yang telah kita raih melalui Puasa Ramadhan dan perayaan Idul Fitri, mari kita tampilkan budaya “kerja, kerja, dan kerja” untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

Lebih lanjut Kasau menyampaikan, pada momen ini, tak lekang dan tak bosan, saya ingin mengulang program prioritas saya tentang “Safety Culture” kepada seluruh jajaran TNI Angkatan Udara. Kalian jangan pernah sekalipun berandai-andai untuk belajar “Safety” dari Sebuah “Accident” baru di TNI Angkatan Udara. Lanjutkan komitmen kalian untuk mengoperasikan Alutsista Udara dengan aman. Ingat, program “Road To Zero Accident” didesain bukan semata-mata untuk kepentingan dan popularitas saya pribadi, dan bukan untuk kepentingan para pimpinan TNI Angkatan Udara. Jika kalian menyadari, bahwa jika kalian bekerja dengan aman dan selamat pada hari ini, maka itu adalah investasi terbaik untuk kehidupan kalian kelak di kemudian hari. Saya memahami bahwa perayaan Idul Fitri seperti sekarang bagaikan sebuah pedang bermata dua. Satu sisi menghasilkan moril yang lebih tinggi untuk bekerja, dan sisi lainnya adalah kelelahan fisik akibat mudik dan berbagai aktivitas sosial yang padat. Ingatlah, musuh terbesarmu adalah dirimu sendiri dan dirimu pula yang harus mengatasinya. “Saya minta, agar semua Panglima dan Komandan agar melaksanakan konsolidasi internal dan Check And Recheck secermat mungkin, sebelum menggerakkan program kegiatan satuan termasuk operasi penerbangan. Para personel harus tahu diri, mawas diri dan mempersiapkan diri, sebelum memulai tugas-tugas mendatang”, pungkas Beliau.

Acara dilanjutkan dengan Halal Bihalal dengan besalam-salaman, bermaaf-maafan yang diawalai dari Danlanud Soewondo diikuti oleh para Kepala Dinas, para perwira pejabat dan seluruh personel Lanud Soewondo. (Kiel)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close